Beda Pendapat dengan Fahri, Anak Buah Prabowo Anggap KPK Kerja Efektif

JawaPos.com – Banyaknya operasi tangkap tangan (OTT) dianggap melambangkan kegagalan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam memberantas praktik korupsi.  Hal ini dikatakan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah.

Namun, pendapat lain diutarakan oleh Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Sudirman Said. Dia menyebut, fungsi KPK dalam aspek penindakan terhadap para pemburu rente berhasil.

“Sekarang fungsi penindakan berjalan efektif. Orang tak bisa korupsi sembarangan karena bisa ditangkap,” ujar Sudirman di diskusi bertajuk ‘Masih Bisakah Berantas Korupsi’ di Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (1/12).

Sementara itu, era digital sekarang juga semakin mendukung upaya pemberantasan korupsi. Pasalnya saat ini seseorang sulit untuk bersembunyi. Hampir semua orang memiliki jejak digital yang bisa membantu proses penegakkan hukum.

“Makin yakin (berantas korupsi, Red), karena dunia gadget ini mempersulit kita untuk sembunyi. Saya makin yakin dunia makin transparan,” imbuh Sudirman.

Lebih lanjut, mantan Direktur PT Pindad itu lantas meminta agar upaya penindakan korupsi terus ditingkatkan. Pasalnya tikus-tikus berdasi ini merupakan ancaman besar bagi bangsa.

“Kita tidak boleh berhenti ikhtiar. Banyak sejarah mengatakan kalau kita nggak bisa memerangi korupsi bisa terancam punah,” tandas anak buah Prabowo tersebut.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah pun mengkritik pedas KPK. Menurutnya, dengan maraknya OTT saat ini, mendakan bahwa lembaga pimpinan Agus Raharjo itu seolah frustasi dengan tak henti-hentinya praktik korupsi di Indonesia.

“Cara-cara OTT gitu, cara-cara yang sebenarnya menunjukkan KPK frustasi,” ujar Fahri di komplek DPR RI Senayan, Jakarta, Kamis (29/11).

Kegagalan KPK menangani masalah korupsi juga ditandai dengan pernyataan Agus Raharjo yang menyebut bisa melakukan OTT setiap hari. Hal ini dianggap Fahri merupakan cara berfikir yang salah.

“Artinya elu gagal dong bos, ini orang gagal minta tepuk tangan terus, gila ini! otak kita ini diputarnya ke arah yang salah! suruh memberantas korupsi tapi tiap hari bilang kalau KPK mau bisa setiap hari ditangkap,” tegas Fahri.

(sat/JPC)