Gerindra Bela Rizieq soal Larangan Memilih Pendukung Penista Agama

JawaPos.com – Orasi Imam Besar FPI Rizieq Shihab yang melarang seluruh peserta reuni alumni 212 untuk memilih partai politik, caleg, capres maupun cawapres yang membela penista agama telah menyedot perhatian masyarakat. Ucapan Rizieq pun disoroti sebagai pelanggaran kampanye oleh pemerhati pemilu maupun kubu petahana.

Menanggapi hal itu, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menilai, ucapan Rizieq tidak termasuk dalam kategori pelanggaran kampanye. Sebaliknya, dirinya justru menilai lontaran keras Rizieq sebagai tausiyah kepada peserta aksi reuni 212.

“Habib Rizieq menyampaikan itu bagian dari tausiyahnya. Beliau sebagai seorang yang merasa juru dakwah agar keimanan dan keyakinan negeri tercinta bisa terjaga,” kata Muzani di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (3/12).

Muzani pun membandingkan, antara larangan untuk memilih pembela penista agama dan larangan untuk memilih pemimpin yang korupsi. Baginya, kedua pernyataan itu sama-sama memiliki arti untuk memberikan nasihat yang baik kepada masyarakat.

“Karena itu bagian dari upaya penegakan moral sebagai seorang pemimpin dan pejabat publik,” terangnya.

Di sisi lain, Muzani menilai ucapan Rizieq tidak ditujukan kepada pasangan calon ataupun kubu tertentu. Sehingga sejatinya, ucapan Rizieq bisa menjadi evaluasi bagi siapapun.

“Saya kira itu bagian dari sesuatu yang umum dan netral yang tidak ditujukan kepada siapapun,” tukasnya.

(aim/JPC)