PDIP Minta Amien Rais Satu Suara dengan Ahmad Basarah soal Soeharto

JawaPos.com – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto berharap supaya Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais bisa mendukung koleganya Ahmad Basarah soal Soeharto sebagai guru korupsi di Indonesia.

Pasalnya Amien Rais adalah salah satu tokoh yang ingin supaya Soeharto lengser dari jabatan kepala negara, karena adanya dugaan melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) semasa 32 tahun menjabat.

“Kalau beliau mau menggunakan hati nurani dan pikirannya tentu saja akan berpihak pada Pak Ahmad Basarah,” ujar Hasto di DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (1/12).

Menurut Hasto, apabila tiba-tiba Amien Rais yang dikenal sebagai salah satu tokoh reformasi tidak mendukung Ahmad Basarah. Maka Hasto mengaku sangat aneh.

“Kecuali kalau dia sudah berubah dan masih mendukung nepotisme,” katanya.

Lebih lanjut Hasto mengatakan pihaknya untuk terus membawa sembagat anti-KKN di dalam PDIP. Karena PDIP menginginkan dalam hal apapun tata kelola bersih dan transparan sangat dibutuhkan.

“Ini menjadi sebuah momentum bahkan para pemimpin-pemimpin yang terkait dengan penyalahgunaan kekuasaan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal PDIP, Ahmad Basarah menilai korupsi berawal dari ditetapkannya tap MPR Nomor 11/1998. Di dalam aturan tersebut mengatur program pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme. Termasuk dengan mengadili terduga tersangka korupsi Presiden Soeharto.

Hal ini dikatakan Basarah setelah, calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengkritisi maraknya korupsi di Indonesia. Bahkan dia menganggap perbuatan melawan pidana tersebut seperti kanker stadium empat.

“Jadi guru dari korupsi Indonesia, sesuai tap MPR Nomor 11 tahun 98, itu mantan Presiden Soeharto dan dia adalah mantan mertuanya pak Prabowo,” ujar Basarah.

Basarah menilai bahwa korupsi yang terjadi di masa kini merupakan efek panjang dari tradisi korupsi di masa lampau. Dan memang praktik kotor ini merupakan benalu bagi bangsa Indonesia.‎

(gwn/JPC)