Ratusan Napi Lapas Lambora Kabur, Cuma Ada 10 Petugas Jaga

JawaPos.com – Direktorat Jenderal Pemasrakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM tengah mendalami motif terjadinya insiden kaburnya 113 orang narapidana Lapas Lambora Banda Aceh. Hingga kini, baru 23 orang napi yang berhasil ditangkap oleh aparat keamanan.

“Sedang di dalami apa motifnya, apa yang menjadi penyebab mereka melarikan diri. Tapi pada dasarnya mereka dibatasi ingin menghirup udara bebas,” kata Kepala Bagian Humas Ditejn PAS Kemenkumham, Ade Kusmanto kepada JawaPos.com, Jumat (30/11).

Ade menjelaskan, tidak ada pemicu keributan dari kaburnya ratusan napi di Lapas Kelas II A Banda Aceh.“Tidak ada keributan, napi diberikan waktu untuk beribadah salat maghrib, moment salat maghrib itu ada yang memanfaatkan waktu beribadah untuk melarikan diri dengan mengajak napi lain,” ucap Ade.

Ade pun tak memungkiri, Lapas Lambora Banda Aceh sudah overload sehingga tidak cukup menampung banyaknya napi. Bahkan ketika kejadian, hanya ada 10 orang penjaga Lapas yang sedang bertugas.

Adapun 23 orang napi yang telah tertangkap telah diperiksa intensif. “Mereka sudah dimasukan ke Lapas dengan kamar yang khusus, kemudian akan di interogasi apa motifnya melarikan diri, tentu ke depannya dimintai keterangan siapa yang menjadi provokator,” pungkasnya.

Sebelumnya, beberapa warga binaan meminta melaksanakan salat magrib berjamaah sekitar pukul 18.30 WIB pada Kamis (29/11) kemarin.

Namun waktu beribadah tersebut telah dimanfaatkan oleh beberapa orang narapidana untuk memprovokasi narapidana lainnya. Mereka melarikan diri di Lapas Kelas II A Banda Aceh dengan cara menjebol pagar ornames pemisah kantor utama, dengan blok atau taman kunjungan.

(rdw/JPC)